Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

9.10.13

Review a-JAYS One


Sedikit pengantar, Pemilihan sebuah earphone sesungguhnya tidak hanya sekedar sarana pengantar suara dari MP3 player ke telinga, tapi lebih dari itu. Sebuah earphone yang baik akan mengantarkan semangat yang nyata dari lagu yang Anda dengarkan. Mudahnya, Anda akan menemukan soundtrack untuk perjalanan hidup Anda ketika semangat dari lagu tadi dapat tersalurkan dengan baik ke telinga Anda. Jadi, jangan sia-siakan telinga Anda dengan earphone berkualitas buruk.

Jays, sebuah pabrikan khusus earphone asal Swedia ini mungkin namanya tidak semegah Sennheiser atau Audio Technica, tetapi produsen ini terlihat cukup serius dalam menciptakan setiap lini produknya, terlihat dari build quality dan kemasan yang sangat ekslusif. Penasaran dengan performa dari Jays One? Simak review berikut.



Desain dan Build Quality

Jays One merupakan lini paling basic dalam seri Jays, dan dibanderol dengan harga 500ribu rupiah. Berbicara mengenai desain dan build quality, seperti yang sudah sedikit disinggung diatas, desain dan build quality yang ditawarkan oleh Jays pada lini produk paling basic ini cukup mengesankan.
Paket penjualannya berupa 1 buah unit IEM, beberapa earplug dengan berbagai ukuran dan sebuah buku manual. Kesemuanya tertata rapi dalam sebuah box plastik yang terlihat kokoh, mengingat beberapa produk pesaing dengan harga yang ditawarkan hanya menggunakan blister plastik sebagai kemasan produknya.

Build quality dari Jays One ini sangat baik, dengan kabel pipih dan tebal yang tidak mudah kusut, dan untuk IEM nya sendiri terbuat dari plastik yang terlihat berkualitas. Dan untuk daya tahannya sendiri, berkali-kali IEM ini digunakan untuk berolahraga, terjatuh dan tersangkut, namun sejauh ini performa yang ditampilkan masih tetap prima.

Untuk desainnya sendiri? Siapa yang peduli dengan desain ketika telinga Anda begitu nyaman menggunakannya selama berjam-jam. Tapi bagaimana dengan performa suaranya? Mari lanjut ke paragraf selanjutnya.


Performa

Secara singkat, setelah melalui tahap burn-in selama kurang lebih 120 jam, Jays One memiliki karakter suara yang bassy. Suara yang dihasilkan cenderung kuat di bass, sedikit harsh pada high dan mid yang masih dalam taraf cukup baik untuk kelas basic. Stagingnya sendiri tidak cukup luas, namun separasi yang dihasilkan cukup dapat diandalkan, karena masing-masing instrumen alat musik dari lagu yang Anda dengarkan masih dapat terpisahkan dengan baik.

Melihat karakter suaranya, jelas Jays One sangat cocok untuk mendengarkan musik yang didominasi dengan suara bass, seperti dance, techno, trance atau house music. Untuk mendengarkan lagu dengan irama lambat semacam jazz dan pop, IEM ini masih menunjukan performa yang baik. Namun sayangnya untuk lagu yang dipenuhi dengan distorsi gitar dan dengan irama cepat seperti metal dan rock, Jays One menjadi sangat keteteran.

Jadi bagi Anda yang irama hidupnya identik dengan suara bass, Jays One cocok untuk menemani kegiatan Anda. Namun untuk Anda si anak metal, mungkin dapat membeli produk lain yang lebih cocok untuk mengeluarkan potensi distorsi gitar dan teriakan vokalis andalan.



Kesimpulan

Harga yang cukup premium untuk kelas basic mungkin dapat menjadi pertimbangan tersendiri ketika membeli produk ini. Namun untuk packaging, build quality dan performa yang dihasilkan untuk trend lagu masa kini yang cenderung bermain pada dentuman bass, Jays One dapat menjadi pilihan untuk menemani kegiatan Anda baik ketika bersantai maupun berolahraga.


PRO
+ Build quality yang baik
+ Kabel pipih anti kusut
+ Packaging yang istimewa

CONS
+ Harga premium untuk kelas basic
+ Suara yang bassy mungkin tidak cocok untuk semua pendengar

30.11.12

Review Roccat LUA

Seperti yang Anda perhatikan saat ini, beberapa developer perkakas gaming seakan berusaha memasukan kokpit pesawat luar angkasa yang berkolaborasi dengan lantai disko ke dalam produk-produk besutannya. Sehingga untuk beberapa produk Anda akan mendapatkan sebuah perkakas gaming dengan puluhan tombol dengan kilau lampu yang gemerlap. Bahkan mungkin Anda tidak tahu fungsi dari seluruh tombol yang ada tersebut, dan pada akhirnya Anda akan bingung ingin membunuh lawan dengan cara apa.


Bagi Anda penggemar game MMORPG mungkin Anda membutuhkan puluhan tombol tadi. Tapi bagi penggemar FPS, tentunya tidak memerlukan tombol sebanyak itu bukan? Maka dari itu ada baiknya Anda mencicipi gaming mouse dari Roccat Lua, besutan pabrikan gaming peripheral asal negeri Panser, Jerman. 

DESAIN DAN BUILD QUALITY

Yupp, Siksa Lawan Anda dengan Tangan Kiri atau Kanan
Roccat LUA dibanderol dengan harga yang cukup murah untuk produk sekelas Roccat, sekitar 290 ribuan. Karena memang gaming mouse ini masuk kedalam kelas entry-level.

Berbeda dengan beberapa desain gaming mouse lain, yang biasanya dioptimalkan untuk digunakan dengan tangan kanan saja, Roccat LUA memiliki desain ambidextrous yang mana mouse ini memiliki feel yang sama baik untuk digunakan dengan tangan kiri atau tangan kanan. Dan seperti biasa, masih hadir dengan warna kebangsaan Roccat, yaitu hitam dengan aksen lampu biru berlambang kucing.

Pada bagian bawah, terdapat sensor optical dengan nyala LED berwarna merah. Dan keseluruhan body nya terbalut bahan semacam karet yang kesat, untuk memastikan genggaman Anda selalu mantab disaat tangan mulai berkeringat.

Belum Braided Cable dan Gold Plated USB
Roccat LUA memiliki desain yang sangat sederhana, dengan bentuk yang agak memanjang ke belakang. Hanya terdapat 4 buah tombol saja pada gaming mouse ini, yaitu klik kiri, klik kanan, tombol tengah beserta scroll dan tombol perubah DPI. Sayangnya mouse ini belum menggunakan braided cable dan gold-plated USB. Paketan dari gaming mouse ini juga menggambarkan ciri khas gaming mouse kelas entry-level, cukup sederhana karena Anda hanya akan mendapatkan 1 unit mouse dan buku panduan didalamnya.

Untuk kualitas build-quality nya sendiri, meskipun masuk ke dalam spesies gaming mouse, bobot dari Roccat LUA terasa sangat ringan. Tetapi jangan khawatir, karena build quality dari Roccat LUA ini sama seperti produk-produk besutan Roccat yang lain, sangat tangguh.

UJI COBA
Roccat LUA sebenarnya sudah langsung dapat beraksi ketika kepala USB nya sudah terhubung dengan sistem komputer Anda. Tetapi ada baiknya Anda mengunduh driver nya dahulu pada situs Roccat untuk mendapatkan pengalaman yang lebih maksimal ketika menggunakan gaming mouse ini.

Advance Control Menu
Software dari Roccat LUA memiliki tampilan yang sangat user-friendly, sehingga Anda tidak membutuhkan banyak waktu untuk penyesuaian. Didalam software terdapat tiga buah tab, yaitu Main Control, Advance Control dan Update/Support.

Pada tab Main Control, Anda dapat mengatur kecepatan DPI yang diinginkan mulai dari 250 – 2000 DPI, mengatur kecepatan pointer, kecepatan scroll, polling rate mulai dari 125 HZ – 1000 HZ dan kecepatan double click.

Pada tab Advance Control, Anda akan dihadapkan dengan sebuah fungsi yang lebih berguna lagi. Karena setiap tombol yang terdapat pada Roccat LUA dapat Anda rubah fungsinya menggunakan tab ini. Selain itu Anda dapat mengatur apakah gaming mouse ini ingin digunakan dengan tangan kanan dan kiri. Dan yang terakhir, Anda dapat mengatur jenis nyala lampu pada bagian belakang mouse ini, mulai dari lampu dengan nyala berkedip, statis atau tidak menyala sama sekali.

Sedangkan pada tab terakhir, yaitu update/support. Berisikan online support dan tombol untuk melakuakn update driver otomatis seandainya terdapat driver baru.

Testing:

Glowing Logo
Pengujian dari Roccat LUA difokuskan dengan game dengan genre FPS, dan kali ini pengujian digunakan untuk memainkan game Ghost Recon: Future Soldier besutan Ubisoft.

Karena dimensinya yang cukup ramping dan panjang, mouse ini sangat cocok untuk digenggam dengan metode palm grip, dimana posisi telapak tangan Anda memeluk keseluruhan body dari mouse ini. Tapi bagi Anda yang mengandalkan claw-grip sebagai metode untuk menggenggam mouse, sepertinya akan butuh banyak penyesuaian.

Yang paling menyenangkan dari Roccat LUA adalah roda scroll-nya yang terasa mantap ketika diputar. Tidak terlalu berat, namun memiliki beberapa titik kuncian yang sangat terasa ketika diputar, sehingga Anda benar-benar yakin bahwa scroll sudah terputar dengan sempurna. Selain itu dibawah scroll tadi, ada tombol untuk merubah DPI secara on-the-fly, dan terdapat 7 level DPI yang dapat dipilih secara bertahap, yaitu 250 – 500 – 1000 – 1250 – 1500 – 1750 – 2000 DPI.

Tapi sayangnya bobotnya yang terlalu ringan menjadikan mouse ini sedikit kurang berkarakter, karena beberapa gamers tentu lebih menyukai mouse dengan sedikit bobot untuk bermanuver. Tapi dengan semakin lama Anda bermain dengannya, Anda akan semakin terbiasa.

Hal terakhir yang menjadi andalan dari Roccat LUA adalah desain ambidextrous-nya, jadi si kidal kini dapat menghabisi lawan secara total dan aksi. Karena gaming mouse ini dapat digunakan dengan sempurna baik dengan tangan kanan dan tangan kiri.

KESIMPULAN
Jadi, apakah Anda seorang entry-level gamers? Atau orang yang hanya ingin menghabisi lawan dengan simple dan sempurna? Roccat LUA sangat direkomendasikan untuk Anda. Desain ambidextrous dengan beberapa fungsi basic untuk dapat merubah fungsi tombol merupakan sebuah kelebihan tersendiri, mengingat banderol gaming mouse ini cukup ramah dikantong.
 

16.7.12

Review PS Vita

The Monster
Hingar bingar dunia gaming, ternyata tidak hanya terjadi pada gaming console saja, tetapi dunia handheld gaming pun ikut terkena cipratan dari kehingar bingaran tadi. Memang saat ini hanya ada dua pemain besar pada divisi handheld gaming, yaitu Nintendo dan Sony, namun sepertinya Sony dengan Playstation-nya seakan ingin mendominasi divisi handheld gaming ini dengan diciptakannya seri terbaru sebagai penerus PSP, bernama PS Vita.

Sekilas, PS Vita tampil sangat powerful! Dipersenjatai dengan prosesor dual quad core (satu untuk prosesor dan satu untuk pemrosesan grafis), layar sentuh 5” multi-touch, touchpad, GPS, Kamera dan beberapa fitur canggih lain yg tidak dimiliki oleh pendahulunya, berikut spesifikasi singkat dari PS Vita:

Prosesor : ARM® Cortex™- A9 core (4 core)
Memory : 512 MB RAM, 128 MB VRAM
Audio / Speaker / Mic : Integrated
Graphic : 4-core SGX543MP4+
Display : 5 inches (16:9), 960 x 544, Approx. 16 million colors, OLED Multi touch screen
Memory Slot : PS Vita Memory Card Slot
Game Slot : PS Vita Card 
Connectivity : IEEE 802.11 b/g/n Wi-Fi, Bluetooth 2.1+EDR[14], GPS
Camera : Front and Rear 0.3 MP


DESAIN 
Secara desain, boleh dibilang PS Vita tidak begitu berbeda dibandingkan dengan kakaknya si PSP. PS Vita boleh dibilang seperti monster berwujud manusia, walaupun memiliki bentuk yang sama seperti pendahulunya, namun jelas si monster ini jauh lebih bertenaga dan boleh dibilang menjadi gaming handheld dengan jeroan paling powerful saat ini.

Pada bagian depan dari PS Vita, Anda akan menemukan sebuah layar sentuh multi touch dengan ukuran yang cukup lebar, sebesar 5 inchi, D-Pad, Stereo Speaker, Playstation Home Button, tombol klasik (X, Kotak, Segitiga, Lingkaran), kamera depan, tombol select/start, dan yang paling penting dual analog!

Tampak Atas

Pada bagian atas, terdapat sepasang tombol bahu L dan R, berbeda dengan joypad playstation, karena tidak ada tombol L2 dan R2. Selain itu terdapat tombol power, volume control, slot untuk PS Vita Card yang mana sebagai pengganti media UMD, dan sebuah slot yang sampai sekarang masih misterius fungsinya dan kemungkinan untuk aksesoris pendukung.

Pada bagian bawah hanya terdapat konektor USB, jack 3.5mm dan slot memory card untuk penyimpanan data, karena PS Vita tidak memiliki penyimpanan internal.

Tampak Bawah

Salah satu bagian yang paling menarik pada PS Vita justru terletak pada bagian belakang, dimana terdapat sebuah touchpad lebar yang sensitif terhadap gesekan jemari, sebuah mic terintegrasi dan kamera belakang. Secara keseluruhan dari segi desain, jelas terdapat beberapa update yang cukup sangar baik dari segi hardware dan fitur, tentunya semua mengatasnamakan pengalaman baru dalam bermain game.

Yupp Bagian Belakang Siap Dielus


FITUR 
Prosesor & Ram
Fitur inilah yang dijual oleh Playstation ketika menciptakan PS Vita, karena didalamnya sudah tertanam prosesor 32-bit Quad Core ARM Cortex-A9 MPCore, prosesor yang sangat bertenaga untuk sebuah handheld gaming. Dan yang membuatnya semakin powerful adalah prosesor pemrosesan grafiknya, Quad-Core PowerVR Series5XT SGXMP+ Chip. Yang berarti didalam tubuh konsol sekecil ini sudah ada 8 buah inti prosesor.

Dan untuk urusan memory RAM, PS Vita memiliki 512MB RAM dan 128MB VRAM untuk GPU nya. Dengan ini berarti PS Vita mampu memainkan game dengan grafis tinggi semacam Uncharted: Golden Abyss, kemudian kembali ke home menu untuk mengatur beberapa setting dan kembali lagi ke game yang Anda mainkan tadi, semua dapat dilakukan dengan sangat lancar. Dan sebagai catatan, konsol PS3 sendiri hanya dibekali dengan 256MB RAM.

Layar
Salah satu kelebihan PSP versi terdahulu terdapat pada layarnya yang lapang, pada PS Vita tidak hanya lapang saja, tapi jemari Anda sekarang dapat menari diatas layar yang lapang tadi, karena PS Vita sudah menggunakan layar sentuh kapasitif dengan fitur multi-touch yang cukup sensitif dan resolusi qHD 640x960.

Resolusi sebesar itu mungkin bukan yang terbaik di kelasnya, mengingat sekarang sudah banyak smartphone dan tablet yang memiliki resolusi yang lebih tinggi daripada PS Vita. Tetapi dibandingkan dengan beberapa pesaing di kelas handheld gaming, jelas PS Vita lebih unggul pada layarnya, lagipula smartphone dan tablet tidak mampu menyaingi tajamnya gambar dan keasyikan bermain dengan PS Vita :)

Input
Masih ingat apa yang kurang pada tombol input PSP terdahulu? Tentunya adalah hanya adanya sebuah tombol analog yang terdapat pada sisi kiri, yang memaksa Anda untuk berimprovisasi dengan tombol lain untuk menggantikan fungsi tombol analog pada sisi bagian kanan.
Pada PS Vita, kekurangan pada tombol analog tersebut sudah tidak ada lagi, tapi Sony tidak hanya menambahkan sebuah tombol analog pada bagian kanan saja untuk inputnya, tetapi PS Vita dilengkapi dengan layar sentuh, Accelerometer, Gyroscope, dan Touchpad pada sisi belakang dari konsol ini.

Fitur accelerometer dan gyroscope sudah jamak sekali tertanam pada tablet dan smartphone, yang mana fitur ini lebih dominan berguna pada game dengan genre racing, karena untuk mengendalikan kendaraan yang Anda mainkan, Anda tinggal menggerakan PS Vita layaknya roda kemudi pada mobil sungguhan. Tetapi pada genre shooting adventure, fitur ini lebih mengasyikan, karena Anda dapat membidik musuh Anda dengan menggerakan konsol handheld ini.

Mungkin salah satu hal unik dari PS Vita terletak pada touchpad pada bagian belakang, yang sebenarnya memiliki fungsi yang hampir sama dengan touchpad multitouch pada notebook. Touchpad ini mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian mengingat permukaan sensitif ini membutuhkan keterampilan Anda dalam bermanuver menggunakan jari tengah dan jari manis.


Memory Card dan Cartridge
Mungkin memory dapat menjadi salah satu kekurangan dari PS Vita, karena Sony tidak membekali PS Vita dengan memory internal atau setidaknya sebuah slot memory yang sudah familiar seperti SD Card atau bahkan Memory Stick yang notabene besutan Sony Sendiri. Tetapi Sony lebih memilih untuk membuat memory khusus untuk PS Vita yang bernama Vita Memory Card.
 

Vita Memory Card ini mungkin secara dimensi ukurannya tidak jauh lebih besar dari SD Card, namun tentunya dengan harga yang sedikit lebih mahal ketimbang SD Card.

Masih sama seperti pendahulunya, PS Vita tetap menggunakan cartridge untuk dapat memainkan game nya. Tidak lagi menggunakan UMD seperti PSP, tapi menggunakan PS Vita Card.

Interface
PS Vita memiliki tampilan yang sangat menyenangkan dan sangat mudah untuk digunakan. Apalagi dengan adanya fitur layar sentuh, seluruh navigasi dapat dilakukan dengan sangat mudah dan hanya memerlukan beberapa jam penyesuaian saja sampai pada akhirnya Anda akan terbiasa.

User Interface

Keletek Saja Aplikasinya

Sama seperti PS3, ketika tombol home ditekan, maka Anda akan kembali ke home screen tetapi game yang sedang Anda mainkan tidak akan tertutup dan dapat dimainkan kembali. Dan untuk menutup permainan, cukup dengan melakukan gerakan seperti mengelupas stiker, sebuah cara yang unik dan tidak biasa.

Baterai
Apabila Anda menggunakan PS Vita untuk memainkan game secara nonstop, baterai pada PS Vita hanya dapat bertahan selama 4 jam saja, bukan sebuah performa yang baik memang. Apalagi sekarang PS Vita mengikuti beberapa gadget masa kini yang mana baterai sudah terintegrasi dan Anda tidak dapat menggantinya sesuka hati.

Tapi kabar baiknya, PS Vita memiliki waktu charge yang cukup singkat untuk mengisi baterai. Dan ketika dalam kondisi sleep, konsumsi baterai sangat irit sekali dan bahkan dapat bertahan sampai semingguan dalam kondisi sleep dan siap dimainkan kembali.

Untuk masalah baterai, yang paling disayangkan adalah keputusan Sony menggunakan baterai terintegrasi, karena ketika Anda sedang bepergian jarak jauh dan ingin bermain game, Anda harus selalu mencari colokan listrik.

KESIMPULAN
Secara hardware, boleh dibilang PS Vita merupakan handheld gaming console dengan spesifikasi yang paling tinggi saat ini. Pemilihan layar OLED merupakan keputusan yang baik, mengingat layar OLED ini memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang layar LCD biasa. Ada baiknya, segera pasang pelindung layar sesegera mungkin untuk melindungi layar dari goresan.

PS Vita memang tidak luput dari beberapa kelemahan, khususnya dari pada bagian baterai yang cepat habis dan tidak dapat diganti sesuka hati, tapi semua itu akan tergantikan dengan pengalaman bermain game yang inovatif, kualitas grafis yang memanjakan mata dan banyaknya pilihan game dari developer besar yang akan rilis khusus untuk PS Vita.

Pros:
Masih dengan bentuk yang familiar
Layar yang lebar
Jeroan dahsyat
Grafis yang bagus
Tombol analog kanan yang sangat membantu
  
Cons:
Daya tahan baterai yang kurang oke
Baterai internal
Tidak ada memory internal