30.11.12

Review Roccat LUA

Seperti yang Anda perhatikan saat ini, beberapa developer perkakas gaming seakan berusaha memasukan kokpit pesawat luar angkasa yang berkolaborasi dengan lantai disko ke dalam produk-produk besutannya. Sehingga untuk beberapa produk Anda akan mendapatkan sebuah perkakas gaming dengan puluhan tombol dengan kilau lampu yang gemerlap. Bahkan mungkin Anda tidak tahu fungsi dari seluruh tombol yang ada tersebut, dan pada akhirnya Anda akan bingung ingin membunuh lawan dengan cara apa.


Bagi Anda penggemar game MMORPG mungkin Anda membutuhkan puluhan tombol tadi. Tapi bagi penggemar FPS, tentunya tidak memerlukan tombol sebanyak itu bukan? Maka dari itu ada baiknya Anda mencicipi gaming mouse dari Roccat Lua, besutan pabrikan gaming peripheral asal negeri Panser, Jerman. 

DESAIN DAN BUILD QUALITY

Yupp, Siksa Lawan Anda dengan Tangan Kiri atau Kanan
Roccat LUA dibanderol dengan harga yang cukup murah untuk produk sekelas Roccat, sekitar 290 ribuan. Karena memang gaming mouse ini masuk kedalam kelas entry-level.

Berbeda dengan beberapa desain gaming mouse lain, yang biasanya dioptimalkan untuk digunakan dengan tangan kanan saja, Roccat LUA memiliki desain ambidextrous yang mana mouse ini memiliki feel yang sama baik untuk digunakan dengan tangan kiri atau tangan kanan. Dan seperti biasa, masih hadir dengan warna kebangsaan Roccat, yaitu hitam dengan aksen lampu biru berlambang kucing.

Pada bagian bawah, terdapat sensor optical dengan nyala LED berwarna merah. Dan keseluruhan body nya terbalut bahan semacam karet yang kesat, untuk memastikan genggaman Anda selalu mantab disaat tangan mulai berkeringat.

Belum Braided Cable dan Gold Plated USB
Roccat LUA memiliki desain yang sangat sederhana, dengan bentuk yang agak memanjang ke belakang. Hanya terdapat 4 buah tombol saja pada gaming mouse ini, yaitu klik kiri, klik kanan, tombol tengah beserta scroll dan tombol perubah DPI. Sayangnya mouse ini belum menggunakan braided cable dan gold-plated USB. Paketan dari gaming mouse ini juga menggambarkan ciri khas gaming mouse kelas entry-level, cukup sederhana karena Anda hanya akan mendapatkan 1 unit mouse dan buku panduan didalamnya.

Untuk kualitas build-quality nya sendiri, meskipun masuk ke dalam spesies gaming mouse, bobot dari Roccat LUA terasa sangat ringan. Tetapi jangan khawatir, karena build quality dari Roccat LUA ini sama seperti produk-produk besutan Roccat yang lain, sangat tangguh.

UJI COBA
Roccat LUA sebenarnya sudah langsung dapat beraksi ketika kepala USB nya sudah terhubung dengan sistem komputer Anda. Tetapi ada baiknya Anda mengunduh driver nya dahulu pada situs Roccat untuk mendapatkan pengalaman yang lebih maksimal ketika menggunakan gaming mouse ini.

Advance Control Menu
Software dari Roccat LUA memiliki tampilan yang sangat user-friendly, sehingga Anda tidak membutuhkan banyak waktu untuk penyesuaian. Didalam software terdapat tiga buah tab, yaitu Main Control, Advance Control dan Update/Support.

Pada tab Main Control, Anda dapat mengatur kecepatan DPI yang diinginkan mulai dari 250 – 2000 DPI, mengatur kecepatan pointer, kecepatan scroll, polling rate mulai dari 125 HZ – 1000 HZ dan kecepatan double click.

Pada tab Advance Control, Anda akan dihadapkan dengan sebuah fungsi yang lebih berguna lagi. Karena setiap tombol yang terdapat pada Roccat LUA dapat Anda rubah fungsinya menggunakan tab ini. Selain itu Anda dapat mengatur apakah gaming mouse ini ingin digunakan dengan tangan kanan dan kiri. Dan yang terakhir, Anda dapat mengatur jenis nyala lampu pada bagian belakang mouse ini, mulai dari lampu dengan nyala berkedip, statis atau tidak menyala sama sekali.

Sedangkan pada tab terakhir, yaitu update/support. Berisikan online support dan tombol untuk melakuakn update driver otomatis seandainya terdapat driver baru.

Testing:

Glowing Logo
Pengujian dari Roccat LUA difokuskan dengan game dengan genre FPS, dan kali ini pengujian digunakan untuk memainkan game Ghost Recon: Future Soldier besutan Ubisoft.

Karena dimensinya yang cukup ramping dan panjang, mouse ini sangat cocok untuk digenggam dengan metode palm grip, dimana posisi telapak tangan Anda memeluk keseluruhan body dari mouse ini. Tapi bagi Anda yang mengandalkan claw-grip sebagai metode untuk menggenggam mouse, sepertinya akan butuh banyak penyesuaian.

Yang paling menyenangkan dari Roccat LUA adalah roda scroll-nya yang terasa mantap ketika diputar. Tidak terlalu berat, namun memiliki beberapa titik kuncian yang sangat terasa ketika diputar, sehingga Anda benar-benar yakin bahwa scroll sudah terputar dengan sempurna. Selain itu dibawah scroll tadi, ada tombol untuk merubah DPI secara on-the-fly, dan terdapat 7 level DPI yang dapat dipilih secara bertahap, yaitu 250 – 500 – 1000 – 1250 – 1500 – 1750 – 2000 DPI.

Tapi sayangnya bobotnya yang terlalu ringan menjadikan mouse ini sedikit kurang berkarakter, karena beberapa gamers tentu lebih menyukai mouse dengan sedikit bobot untuk bermanuver. Tapi dengan semakin lama Anda bermain dengannya, Anda akan semakin terbiasa.

Hal terakhir yang menjadi andalan dari Roccat LUA adalah desain ambidextrous-nya, jadi si kidal kini dapat menghabisi lawan secara total dan aksi. Karena gaming mouse ini dapat digunakan dengan sempurna baik dengan tangan kanan dan tangan kiri.

KESIMPULAN
Jadi, apakah Anda seorang entry-level gamers? Atau orang yang hanya ingin menghabisi lawan dengan simple dan sempurna? Roccat LUA sangat direkomendasikan untuk Anda. Desain ambidextrous dengan beberapa fungsi basic untuk dapat merubah fungsi tombol merupakan sebuah kelebihan tersendiri, mengingat banderol gaming mouse ini cukup ramah dikantong.
 

20.11.12

Pilih HDD atau SSD?

Didalam memilih media penyimpanan internal, terkadang terbesit pilihan, sebaiknya menggunakan harddisk (HDD) atau Solid State (SSD)? Sebelum lanjut ke pembahasan lebih lanjut, mari kita mengenal kelebihan dan kekurangan dari HDD dan SSD.


Harddisk Drive (HDD)

Mungkin Anda sudah cukup mengenal lama benda ini, media penyimpanan internal ini seharusnya sudah cukup populer karena memang eksistensinya didalam menyimpan data sudah ada semenjak tahun 1956. Berarti secara teknis, apabila Anda menggunakan HDD, Anda menggunakan teknologi berumur 56 tahun yang terus diperbarui.

Ada dua jenis HDD yang beredar di pasaran, yang pertama berukuran 3.5” yang biasanya terdapat pada PC Desktop dan yang kedua berukuran 2.5” yang biasanya terdapat pada notebook dan netbook. Untuk menyimpan data didalam HDD terdapat sebuah piringan penyimpan data yang dapat berputar. Ketika memilih HDD biasanya Anda dihadapkan dengan beberapa pilihan putaran, mulai dari 5400 putaran permenit (RPM) atau 7200 putaran permenit (RPM), dan bahkan HDD untuk server memiliki 15.000 putaran per menit (RPM). Semakin cepat putarannya, semakin cepat HDD Anda memproses data.

HDD memiliki kapasitas penyimpanan yang sangat besar hingga 4 terrabyte (1 Terrabyte = 1.000 Gigabyte = 1.000.000 megabyte), bayangkan ada berapa juta musik dengan format MP3 yang dapat Anda simpan disana. Selain itu harga HDD juga cukup terjangkau, apalagi saat ini harga HDD juga sudah kembali turun dan normal setelah bencana banjir di Thailand yang sempat membuat harga HDD melambung tinggi.

Karena terdapat komponen yang bergerak didalam HDD, yaitu piringan yang berputar tadi, maka HDD akan menghasilkan panas, terdapat suara “berdesis” ketika sedang membaca data, rentan terhadap guncangan dan akan cukup menghabiskan tenaga baterai notebook Anda (bagi Anda yang menggunakan notebook tentunya).

Kelebihan:

  • Harga yang terjangkau
  • Kapasitas yang besar


Kekurangan:

  • Rentan terhadap guncangan
  • Panas
  • Cukup menghabiskan daya baterai (untuk notebook)
  • Terkadang berisik


Solid State Drive (SSD)

Bagi yang masih awam dengan media penyimpanan ini, bayangkan sebuah flashdisk yang Anda punya, dan bayangkan flashdisk Anda memiliki ruang penyimpanan hingga ratusan giga. Secara teknis SSD dapat disebut sebagai flashdisk raksasa, walaupun teknologi didalamnya cukup jauh berbeda. Mungkin yang paling kentara, Flashdisk menggunakan USB sedangakan SSD menggunakan sambungan SATA.

Berbeda dengan HDD yang menyimpan datanya didalam sebuah piringan yang dapat berputar, SSD menyimpan keseluruhan datanya didalam sebuah microchip. Karena itulah SSD memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat dalam menyimpan dan membaca data, ketimbang HDD. Mudahnya, ibaratkan ketika Anda ingin mengambil minuman pada dispenser. Kalau HDD, Anda harus berjalan mengambil gelas, menuangkan air kedalam gelas, baru Anda dapat minum, sehingga menghabiskan waktu. Tetapi pada SSD, Anda tidak perlu bergerak, cukup dengan menggunakan kekuatan pikiran, air didalam galon dispenser tadi otomatis langsung membasahi tenggorokan dan berpindah ke dalam perut, canggih bukan?

Karena tidak memiliki komponen yang bergerak, SSD lebih tahan terhadap guncangan, tidak bersuara, tidak menimbulkan panas yang berlebih dan tentunya lebih irit daya. Ukuran dari SSD sendiri sama persis seperti HDD, yaitu berukuran 1.8”, 2.5” dan 3.5”. Tetapi rata-rata yang ada dipasaran adalah SSD berukuran 2.5”, atau sama seperti ukuran HDD notebook hanya saja lebih tipis, sehingga SSD sering digunakan untuk Ultrabook dan hybrid PC karena ketipisannya tadi.

Kelebihan:

  • Tahan guncangan
  • Tidak panas
  • Tidak berisik 
  •  Irit daya
  •  Cepat dalam membaca dan menulis data


Kekurangan:

  • Kapasitas masih terbatas
  • Harga yang masih cukup mahal


Jadi HDD atau SSD?
Jadi sekarang saatnya Anda memilih, apakah ingin menggunakan HDD atau SSD. Walaupun klise, tapi jawaban yang paling benar adalah tergantung kebutuhan Anda (dan ketersediaan dana tentunya).

Bagi Anda yang membutuhkan kapasitas data yang cukup besar, HDD merupakan pilihan yang sangat tepat. Kapasitasnya yang mencapai hitungan terra tadi dapat menyimpan banyak sekali data yang Anda miliki. Selain itu mengenai kecepatan baca dan tulis dari HDD, tentunya selama masih dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan Anda dalam memproses data, HDD merupakan pilihan yang tepat. Apalagi bagi yang ingin merakit PC tapi lebih memfokuskan pada komponen lain seperti prosesor atau VGA yang lebih mahal, sehingga HDD dapat menjadi alternatif untuk menekan pengeluaran Anda.

Tetapi bagi Anda yang menginginkan kecepatan dan ketangguhan, SSD merupakan pilihan yang tepat. Untuk melakukan boot up OS Windows 7, SSD rata-rata hanya membutuhkan waktu 20 detik, sedangkan HDD memerlukan waktu 40 detik, apalagi ketika memproses data yang lebih berat, tentunya selisih waktu proses antara SSD dan HDD dapat lebih signifikan lagi. Ketangguhan SSD tidak dapat dibantah lagi, bahkan salah satu produsen HDD mengklaim bahwa data yang tersimpan pada HDD dapat tersimpan dengan baik hingga 200 tahun!

Atau mungkin bagi Anda yang menginginkan alternatif lain, dan memiliki kelebihan dana. Kombinasi HDD dan SSD juga dapat menjadi alternatif yang menarik. Dimana sistem penting seperti OS atau sistem lain yang sering Anda proses disimpan pada SSD untuk kecepatan proses, dan data lain disimpan pada HDD untuk ruangan yang lebih lapang.

Tips Memilih Powerbank



Seperti yang kita ketahui, saat ini para pabrikan gadget seakan berusaha menjejalkan beberapa fitur-fitur terbaru kedalam produk-produk besutannya, seperti kamera resolusi tinggi, prosesor multi-core, memori RAM yang tinggi, layar HD berukuran lebar dan beberapa fitur canggih lainnya. Tapi dibalik semua yang pabrikan berikan, ada sebuah kenyataan pahit bahwa semakin canggih teknologinya, semakin boros baterainya.

Ditambah lagi dengan trend beberapa gadget masa kini yang memiliki baterai ter-integrasi, sehingga Anda tidak mungkin mengganti baterainya dengan baterai cadangan. Tapi masalah itu sepertinya sedikit terselamatkan dengan kehadiran power bank atau baterai eksternal atau portable charger yang akan menjadi nyawa tambahan bagi gadget Anda.

Kira-kira apa sajakah yang perlu diperhatikan ketika memilih Power Bank? Simak tips-tips berikut:

Kenali Gadget Anda:
Langkah ini adalah langkah terpenting, Anda harus mengetahui dengan pasti kapasitas baterai dari gadget Anda. Jangan sampai power bank yang dibeli bahkan tidak dapat mengisi daya secara maksimal dari gadget kesayangan, hanya karena daya dari gadget Anda lebih tinggi dari daya maksimal power bank.

Kenali Kapasitas Power Bank:
Setelah memahami daya baterai dari gadget Anda, saatnya memilih kapasitas power bank yang akan Anda beli. Sebagai contoh, iPhone 4S menggunakan baterai dengan daya 1.432 mAh, jadi untuk dapat mengisi baterai iPhone 4S sampai penuh membutuhkan power bank dengan daya minimal 1.432 mAh. Apabila ingin dua kali charge, minimal harus menggunakan powerbank dengan daya minimal 2.864 mAh.

Apabila Anda orang yang sangat sering bepergian, disarankan menggunakan power bank dengan kapasitas daya yang tinggi, seperti 5600 mAh. Karena seperti contoh diatas, dengan menggunakan iPhone 4S, daya 5600 mAh ini dapat mengisi ulang sampai  rata-rata 4 kali charge. Tapi yang perlu diingat, semakin tinggi daya power bank, semakin besar dimensinya dan semakin berat bobotnya.

Fitur: 
Beberapa pengguna mungkin menganggap bahwa power bank hanya sebagai sarana pengisian baterai semata. Tapi jangan salah, karena berususan dengan baterai, otomatis Anda berurusan dengan jantung dari gadget Anda.
Power bank yang berkualitas memiliki fitur yang akan menjaga gadget dan keselamatan Anda dari bahaya, seperti:
  • Proteksi dari arus pendek, seperti yang kita ketahui kebakaran kerap kali terjadi akibat arus pendek, power bank dengan fitur untuk memutus listrik ketika arus pendek terjadi, pantas untuk dilirik.
  • Proteksi dari overcharge, yang mana akan secara otomatis akan memutus aliran listrik ketika pengisian baterai sudah penuh, karena overcharge tentunya akan memperpendek umur baterai baik baterai power bank atau baterai gadget.
  •  Proteksi dari temperatur yang tinggi, sebuah fitur yang akan mendeteksi ketika temperatur dari power bank terlalu tinggi ketika melakukan pengisian daya.

Perhatikan Sel Baterai dari Power Bank:
Pada dasarnya, didalam setiap power bank terdapat sel baterai yang dapat diisi ulang. Sayangnya, beberapa merk “abal-abal” menggunakan sel baterai yang kurang baik kualitasnya, bahkan menggunakan baterai refurbished untuk memangkas harga.

Saran terbaik untuk menghindari hal ini adalah, dengan teliti memilih. Di beberapa merk power bank terkadang mencantumkan merk sel baterai yang ia gunakan, bisa juga dengan mempercayakan pada merk yang sudah dikenal akan kualitasnya, atau rajin melakukan komparasi dengan membaca review dan bertanya pada rekan yang sudah berpengalaman dengan merk dan tipe power bank tertentu. Hindari terjebak oleh kata-kata marketing semata.

Kelengkapan:
Kelengkapan ini termasuk kabel A/C, kabel konektor, lampu indikator dan kelengkapan lain yang menunjang kinerja power bank yang Anda beli.

Untuk kelengkapan seperti kabel konektor, ada baiknya Anda menggunakan kabel konektor bawaan asli dari gadget, karena ada beberapa power bank yang menggunakan kabel konektor dengan kualitas yang kurang baik sehingga memungkinkan terjadinya arus pendek.

Harga:
Ada harga ada rupa, pepatah lama ini memang benar adanya. Mengingat fungsinya yang berhubungan langsung dengan jantung gadget Anda, berinvestasi dengan power bank yang berkualitas sangat perlu. Dan ada baiknya Anda mempertimbangkan masalah harga ini, jangan hanya karena mengejar harga yang murah, namun mengorbankan kualitas produk dan mempertaruhkan nasib baterai dari gadget Anda.

Kesimpulan
Melihat perkembangan dunia gadget saat ini, pertumbuhan industri power bank pun semakin meningkat, imbasnya semakin banyak merk-merk baru dan lama yang turut serta meramaikan pesta ini.

Kejelian Anda sebagai pembeli sangat diperlukan disini, dan yang pasti sama seperti memilih produk apapun, power bank yang Anda beli juga harus disesuaikan dengan kebutuhan gadget Anda.
Bagi Anda yang memiliki tips tambahan dalam memilih power bank, boleh berbagi info pada kolom komentar.